visit-lampung

Blog ini dibuat untuk menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke tempat tinggalku kota Lampung.

silahkan pilih salah satu menu untuk bernavigasi ke info yang ingin ada baca.
semua yang saya posting disini sudah menyertakan sumber.
so buat penulis asli posting, anggap saja saya membagikan kembali tulisan anda 

maaf jika ada kata / posting / gambar yang kurang berkenan
Read More …

liburan tanpa oleh-oleh ?
seperti nya kurang pas, berikut beberapa oleh-oleh yang bisa dibeli ketika anda berlibur kelampung.

  • Keripik Pisang beraneka rasa (Coklat, Mocca, Susu, Strawbery, keju, Manis karamel, Melon, dan natural) harganya sekitar Rp 8ribu/9 Ribu untuk kemasan kantung kertas bewarna coklat atau 17ribuan untuk kemasan kotak;
  • Kerupuk Kemplang merek Ango yang tersohor (karena lebih terasa ikannya dengan sambal yang lezat) dihargai Rp. 4500 untuk untuk kemasan bungkus kecil;
  • Aneka macam produk olahan pisang (pisang oven yang enak, sale pisang basah, dan sale pisang kering yang crispy);
  • Aneka keripik (nangka dan nanas kudu dicoba seharga belasan ribu);
  • Aneka kerupuk dari bahan ikan Tenggiri mulai dari 10 rb atau Belida seharga 20 rb perbungkus;
  • Keripik ikan siap santap (rasa pedas-manis) seharga 10rb;
  • Keripik cumi dan udang seharga 20ribuan;
  • Belacan/terasi;
  • Aneka Kopi Lampung (dari harga 9ribuan hingga diatas 100rb untuk sekantung Kopi Luwak yang fenomenal);
  • Yang paling terkenal adalah produk sambalnya yakni Sambal Lampung dan Sambal Terasi Udang seharga belasan ribu yang pedas asli. sumber
Read More …


Berapa biaya yang kira-kira Anda perlukan untuk wisata selama empat hari di Lampung dan mengunjungi ketiga obyek wisata unggulan Lampung tersebut? Siapkan bujet sekitar Rp 2.000.000. Mari berhitung, mulai dari tiket pesawat hingga paket tur.

Sebelumnya, pastikan Anda mendapatkan 3 orang lainnya untuk ikut berwisata ke Lampung. Angka Rp 2.000.000 per orang didapat setelah total pengeluaran dibagi lima orang. Memang, untuk wisata ke Lampung terutama jika wisata bahari yang dipilih, sebaiknya datang dalam rombongan.
Hal ini untuk menghemat biaya dan juga wisata bahari kaitannya adalah menyewa perahu. Ada minimal dan maksimal jumlah penumpang untuk sewa perahu. Ongkos sewa perahu menjadi lebih murah jika dibagi bersama-sama.
Untuk tiket pesawat dihitung dengan rute Jakarta-Bandar Lampung-Jakarta dengan harga kisaran Rp 900.000 pulang pergi per orang. Harga termurah yang bisa didapatkan untuk tiket rute tersebut mulai dari Rp 250.000 sekali jalan.
Namun, mari pilih di harga Rp 900.000 pulang pergi. Harga ini di kisaran keberangkatan pada hari Kamis dan kembali pada hari Minggu. Pastikan membeli tiket pesawat jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga terbaik. Untuk empat orang, maka biaya tiket pesawat adalah Rp 3.600.000.
Penginapan untuk tiga malam maka dihitung malam pertama di Teluk Kiluan berupa homestay dengan tarif Rp 350.000 per kamar muat hingga lima orang. Malam kedua di Taman Nasional Way Kambas dengan kisaran homestay Rp 250.000 per kamar, bisa untuk empat orang.
Malam ketiga di Bandar Lampung, hotel kelas bintang dua, dengan tarif Rp 350.000 per kamar. Untuk empat orang, perlu dua kamar dengan total Rp 700.000 per malam. Maka total untuk tiga malam di Lampung adalah Rp 1.300.000.
Sewa mobil dengan sopir per hari Rp 350.000 untuk mobil Avanza, belum termasuk bensin. Untuk empat hari, maka total sewa mobil adalah Rp 1.400.000.
Untuk paket tur, di Teluk Kiluan paket tur yang bisa diambil adalah tur lumba-lumba dengan tarif Rp 250.000 per perahu. Satu perahu hanya bisa memuat 3 orang. Maka untuk empat orang, Anda perlu menyewa dua perahu.

Total sewa perahu di Teluk Kiluan adalah Rp 500.000 untuk dua perahu. Harga tur belum termasuk biaya parkir di Teluk Kiluan, sewa baju pelampung, dan tiket retribusi di Pulau Kiluan.
DI Taman Nasional Way Kambas, Anda bisa sewa perahu untuk menyusuri sungai Way Kanan seharga Rp 200.000 bisa muat untuk empat orang. Di penangkaran gajah Way Kambas, Anda bisa mengikuti tur safari gajah dengan harga Rp 250.000 per orang. Maka untuk empat orang, paket tur safari gajah adalah Rp 1.000.000.

Paket tur belum termasuk tiket masuk ke Taman Nasional Way Kambas dan SIMAKSI ke Way Kanan, serta biaya pengawalan. Total untuk tur untuk empat orang di Teluk Kiluan dan Taman Nasional Way Kambas adalah Rp 1.700.000.

Sementara untuk di Kota Bandar Lampung, Anda hanya akan menghabiskan uang untuk masuk tiket obyek wisata seperti Museum Bandar Lampung dan Pantai Mutun. Beberapa obyek wisata di Kota Bandar Lampung tak memerlukan biaya tiket masuk.

Sehingga total biaya untuk wisata di Lampung selama empat hari tiga malam untuk empat orang adalah Rp 8.000.000 atau Rp 2.000.000 per orang. Total biaya tersebut belum termasuk biaya makan, pajak bandara, oleh-oleh, bensin, biaya parkir mobil, dan tiket masuk obyek wisata. 

sumber: http://travel.kompas.com/read/2012/10/14/14274555/Hanya.Rp.2.Juta.untuk.Wisata.ke.Lampung


Read More …




Lampung lahir pada tanggal 18 Maret 1964 dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 3/1964 yang kemudian menjadi Undang-undang Nomor 14 tahun 1964. Sebelum itu Provinsi Lampung merupakan Karesidenan yang tergabung dengan Provinsi Sumatera Selatan.

Kendatipun Provinsi Lampung sebelum tanggal 18 maret 1964 tersebut secara administratif masih merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan, namun daerah ini jauh sebelum Indonesia merdeka memang telah menunjukkan potensi yang sangat besar serta corak warna kebudayaan tersendiri yang dapat menambah khasanah adat budaya di Nusantara yang tercinta ini. Oleh karena itu pada zaman VOC daerah Lampung tidak terlepas dari incaran penjajahan Belanda.

Tatkala Banten dibawah pimpinan Sultan Agung Tirtayasa (1651-1683) Banten berhasil menjadi pusat perdagangan yang dapat menyaingi VOC di perairan Jawa, Sumatra dan Maluku. Sultan Agung ini dalam upaya meluaskan wilayah kekuasaan Banten mendapat hambatan karena dihalang-halangi VOC yang bercokol di Batavia. Putra Sultan Agung Tirtayasa yang bernama Sultan Haji diserahi tugas untuk menggantikan kedudukan mahkota kesultanan Banten.

Dengan kejayaan Sultan Banten pada saat itu tentu saja tidak menyenangkan VOC, oleh karenanya VOC selalu berusaha untuk menguasai kesultanan Banten. Usaha VOC ini berhasil dengan jalan membujuk Sultan Haji sehingga berselisih paham dengan ayahnya Sultan Agung Tirtayasa. Dalam perlawanan menghadapi ayahnya sendiri, Sultan Haji meminta bantuan VOC dan sebagai imbalannya Sultan Haji akan menyerahkan penguasaan atas daerah Lampung kepada VOC. Akhirnya pada tanggal 7 April 1682 Sultan Agung Tirtayasa disingkirkan dan Sultan Haji dinobatkan menjadi Sultan Banten.

Dari perundingan-perundingan antara VOC dengan Sultan Haji menghasilkan sebuah piagam dari Sultan Haji tertanggal 27 Agustus 1682 yang isinya antara lain menyebutkan bahwa sejak saat itu pengawasan perdagangan rempah-rempah atas daerah Lampung diserahkan oleh Sultan Banten kepada VOC yang sekaligus memperoleh monopoli perdagangan di daerah Lampung.

Pada tanggal 29 Agustus 1682 iring-iringan armada VOC dan Banten membuang sauh di Tanjung Tiram. Armada ini dipimpin oleh Vander Schuur dengan membawa surat mandat dari Sultan Haji dan ia mewakili Sultan Banten. Ekspedisi Vander Schuur yang pertama ini ternyata tidak berhasil dan ia tidak mendapatkan lada yag dicari-carinya. Agaknya perdagangan langsung antara VOC dengan Lampung yang dirintisnya mengalami kegagalan, karena ternyata tidak semua penguasa di Lampung langsung tunduk begitu saja kepada kekuasaan Sultan Haji yang bersekutu dengan kompeni, tetapi banyak yang masih mengakui Sultan Agung Tirtayasa sebagai Sultan Banten dan menganggap kompeni tetap sebagai musuh.
Sementara itu timbul keragu-raguan dari VOC apakah benar Lampung berada dibawah Kekuasaan Sultan Banten, kemudian baru diketahui bahwa penguasaan Banten atas Lampung tidak mutlak.

Penempatan wakil-wakil Sultan Banten di Lampung yang disebut "Jenang" atau kadangkadang disebut Gubernur hanyalah dalam mengurus kepentingan perdagangan hasil bumi (lada).
Sedangkan penguasa-penguasa Lampung asli yang terpencar-pencar pada tiap-tiap desa atau kota yang disebut "Adipati" secara hirarkis tidak berada dibawah koordinasi penguasaan Jenang/ Gubernur. Jadi penguasaan Sultan Banten atas Lampung adalah dalam hal garis pantai saja dalam rangka menguasai monopoli arus keluarnya hasil-hasil bumi terutama lada, dengan demikian jelas hubungan Banten-Lampung adalah dalam hubungan saling membutuhkan satu dengan lainnya.

Selanjutnya pada masa Raffles berkuasa pada tahun 1811 ia menduduki daerah Semangka dan tidak mau melepaskan daerah Lampung kepada Belanda karena Raffles beranggapan bahwa Lampung bukanlah jajahan Belanda. Namun setelah Raffles meninggalkan Lampung baru kemudian tahun 1829 ditunjuk Residen Belanda untuk Lampung.
Dalam pada itu sejak tahun 1817 posisi Radin Inten semakin kuat, dan oleh karena itu Belanda merasa khawatir dan mengirimkan ekspedisi kecil di pimpin oleh Assisten Residen Krusemen yang menghasilkan persetujuan bahwa :
  • Radin Inten memperoleh bantuan keuangan dari Belanda sebesar f. 1.200 setahun.
  • Kedua saudara Radin Inten masing-masing akan memperoleh bantuan pula sebesar f. 600 tiap tahun.
  • Radin Inten tidak diperkenankan meluaskan lagi wilayah selain dari desa-desa yang sampai saat itu berada dibawah pengaruhnya.
Tetapi persetujuan itu tidak pernah dipatuhi oleh Radin Inten dan ia tetap melakukan perlawanan-perlawanan terhadap Belanda.
Oleh karena itu pada tahun 1825 Belanda memerintahkan Leliever untuk menangkap Radin Inten, namun dengan cerdik Radin Inten dapat menyerbu benteng Belanda dan membunuh Liliever dan anak buahnya. Akan tetapi karena pada saat itu Belanda sedang menghadapi perang Diponegoro (1825 - 1830), maka Belanda tidak dapat berbuat apa-apa terhadap peristiwa itu. Tahun 1825 Radin Inten meninggal dunia dan digantikan oleh Putranya Radin Imba Kusuma.
Setelah Perang Diponegoro selesai pada tahun 1830 Belanda menyerbu Radin Imba Kusuma di daerah Semangka, kemudian pada tahun 1833 Belanda menyerbu benteng Radin Imba Kusuma, tetapi tidak berhasil mendudukinya. Baru pada tahun 1834 setelah Asisten Residen diganti oleh perwira militer Belanda dan dengan kekuasaan penuh, maka Benteng Radin Imba Kusuma berhasil dikuasai.
Radin Imba Kusuma menyingkir ke daerah Lingga, namun penduduk daerah Lingga ini menangkapnya dan menyerahkan kepada Belanda. Radin Imba Kusuma kemudian di buang ke Pulau Timor.
Dalam pada itu rakyat dipedalaman tetap melakukan perlawanan, "Jalan Halus" dari Belanda dengan memberikan hadiah-hadiah kepada pemimpin-pemimpin perlawanan rakyat Lampung ternyata tidak membawa hasil. Belanda tetap merasa tidak aman, sehingga Belanda membentuk tentara sewaan yang terdiri dari orang-orang Lampung sendiri untuk melindungi kepentingan-kepentingan Belanda di daerah Telukbetung dan sekitarnya. Perlawanan rakyat yang digerakkan oleh putra Radin Imba Kusuma sendiri yang bernama Radin Inten II tetap berlangsung terus, sampai akhirnya Radin Inten II ini ditangkap dan dibunuh oleh tentara-tentara Belanda yang khusus didatangkan dari Batavia.
Sejak itu Belanda mulai leluasa menancapkan kakinya di daerah Lampung. Perkebunan mulai dikembangkan yaitu penanaman kaitsyuk, tembakau, kopi, karet dan kelapa sawit. Untuk kepentingan-kepentingan pengangkutan hasil-hasil perkebunan itu maka tahun 1913 dibangun jalan kereta api dari Telukbetung menuju Palembang.

Hingga menjelang Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945 dan periode perjuangan fisik setelah itu, putra Lampung tidak ketinggalan ikut terlibat dan merasakan betapa pahitnya perjuangan melawan penindasan penjajah yang silih berganti. Sehingga pada akhirnya sebagai mana dikemukakan pada awal uraian ini pada tahun 1964 Keresidenan Lampung ditingkatkan menjadi Daerah Tingkat I Provinsi Lampung.
Kejayaan Lampung sebagai sumber lada hitam pun mengilhami para senimannya sehingga tercipta lagu Tanoh Lada. Bahkan, ketika Lampung diresmikan menjadi provinsi pada 18 Maret 1964, lada hitam menjadi salah satu bagian lambang daerah itu. Namun, sayang saat ini kejayaan tersebut telah pudar.

Sumber :

Read More …


Selain wisata , lampung juga dikenal dengan ragam kuliner yang cukup menggiurkan, dibawah ini merupakan beberapa kuliner yang terkenal dilampung

1 . seruit
 Makan seruit disebut dengan istilah nyeruit.. yang artinya adalah kegiatan makan yang dilakukan secara bersama-sama dengan hidangan sebagaimana tersebut di atas, yaitu sambol seruit, ikan gabus bakar, lalapan berupa ketimun, labu siam rebus, daun-daunan segar, terong lurik muda yang bulat-bulat, dengan nasi putih yang masih “ngepul” panas. Beberapa jenis masakan khas Lampung tersebut diantaranya adalah Seruit. Biasanya masakan khas Lampung ini menggunakan ikan sebagai bahan utamanya , Jenis ikan yang digunakan oleh masyarakat Lampung saat mengolah masakan Seruit antara lain, ikan belide, ikan sungai, ikan baung, dan ikan layis.

2. lapis legit


Saya yakin sudah cukup banyak orang yang sudah tau lapis legit ini. Bahan-bahan untuk membuat lapis legit adalah telur, susu, tepung terigu, gula, dan masih beberapa lagi. Rasa lapis legit ini gak usah ditanya lagi, namanya saja sudah lapis legit, pasti rasanya legi.







3. Engkak

kue ini bahan dasarnya dominan ke telur dan mentega.Dipanggang berlapis-lapis dengan menggunakan loyang (cetakan).







4. Gulai Taboh

Gulai Taboh adalah kuliner khas Lampung yang juga dapat diartikan sebagai gulai santan. Gulai ini biasanya berisi khattak atau kacang kacangan seperti kacang/khattak gelinyor, kacang merah/khattak ngisi, kacang panjang/khattak kejung, khattak tuwoh, rebung, kentang dan lain lain.




dan masih banyak kuliner lainnya.
so tunggu apalagi ?
ayo kunjungi Lampung!

Sumber :
 dengan sedikit perubahan
Read More …


Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Saat ini Krakatau merupakan daerah tujuan wisata bagi sebagian orang yang menyukai petualangan sembari menikmati keindahan alam di sekitar Krakatau.

Objek wisata:

1.     Mendaki gunung Krakatau, menyaksikan sisa lelehan kawah, dengan waktu tempuh normal sekitar 30-45 menit. Didekat puncak ke dua sebelum puncak pertama, pemandagannya luar biasa indah.

2.      Snorkeling di daerah sekitar pulau/gunung Krakatau, coralnya cukup indah.

3.     Menikmati view, berenang dan snorkeling di Pulau Kumang, pulau yang dekat dengan pulau Sabesi, pulau kecil dengan pasir putih yang indah.

 

Sumber : http://turisindie.com

 

Read More …